Mengungkap "Penyebab Kecelakaan Kerja": Faktor, Teori, dan Cara Mencegahnya

Petugas K3 sedang melakukan investigasi di lokasi kecelakaan kerja dengan fokus pada penyebab kecelakaan kerja.

Table Of Content

Mengungkap Penyebab Kecelakaan Kerja: Faktor, Teori, dan Cara Mencegahnya


Kecelakaan kerja memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Akan tetapi semua itu sebenarnya tidak terjadi secara kebetulan, namun ada penyebab kecelakaan kerja yang pada dasarnya bisa diidentifikasi dan dicegah. Sayangnya masih banyak pemilih usaha yang tidak mengindahkan akan pentingnya hal tersebut.

Padahal kecelakaan kerja yang terjadi bisa membawa banyak dampak buruk. Selain mengakibatkan cedera pada pekerja, itu juga bisa membawa kerugian finansial hingga rusaknya reputasi perusahaan. Oleh karena itu, yuk pahami apa saja faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan bagaimana cara mencegahnya berikut.

Baca Juga: Hindari Kecelakaan Kerja, Berikut Alat Pelindung Diri K3

3 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Secara umum, terdapat tiga faktor utama yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, yaitu faktor manusia, lingkungan, dan juga peralatan. Tapi tidak hanya tiga hal itu saja, ada satu faktor lagi yang sering diabaikan.

Faktor tersebut adalah prosedur serta manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Yang mana lemahnya manajemen K3 di perusahaan dapat menjadi akar yang menyebabkan kecelakaan kerja tidak bisa dihindari. Lebih lanjut, detailnya bisa dilihat sebagai berikut.

Penyebab Kecelakaan Kerja Faktor Manusia

Menurut berbagai sumber, total kasus kecelakaan kerja di berbagai tempat 90% disebabkan oleh manusia itu sendiri. Penyebab kecelakaan kerja faktor manusia ini macam-macam, utamanya adalah human error seperti kurangnya konsentrasi dan kelalaian.

Selain itu, faktor kesehatan seperti kondisi fisik yang tidak fit dan kelelahan atau sakit juga sangat berpengaruh. Begitu pula dengan kurangnya pelatihan dan edukasi terhadap pekerja, sikap abai akan prosedur, serta kurangnya komunikasi dan koordinasi antar pekerja.

Penyebab Kecelakaan Kerja Faktor Lingkungan

Jika manusia adalah faktor internal, maka lingkungan merupakan faktor eksternal yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja terjadi. Hal ini meliputi pencahayaan yang buruk di lingkungan kerja, suhu ekstrim seperti terlalu dingin atau panas, ventilasi yang buruk, hingga keadaan lantai licin atau tidak rata dan berantakan.

Di beberapa lingkungan kerja, debu, gas, atau bahan beracun bahkan dapat ditemukan di udara. Dan semua itu juga dapat mempengaruhi para pekerja yang ada di lokasi sehingga menyebabkan kecelakaan kerja.

Penyebab Kecelakaan Kerja Faktor Peralatan

Berikutnya, ada kecelakaan kerja yang disebabkan oleh peralatan-peralatan yang digunakan di lokasi. Seringkali hal ini terjadi karena alat atau mesin yang digunakan rusak sehingga mengakibatkan luka pada pekerja yang mengoperasikannya.

Selain itu, contoh lainnya penyebab kecelakaan kerja faktor peralatan yaitu alat yang memang tidak sesuai standar, kurangnya pemeliharaan peralatan, desain alat yang buruk (ergonomi), sampai tidak adanya safeguard atau pelindung mesin yang dipasang.

Faktor Lain Penyebab Kecelakaan Kerja

Penyebab Kecelakaan Kerja Faktor Prosedur Kerja

Di luar tiga faktor utama yang telah disebutkan, prosedur kerja yang diterapkan di suatu perusahaan juga dapat menjadi salah satu faktornya. Misalnya saat SOP (Standard Operating Procedure) tidak dibuat dengan baik, atau bahkan tidak ada. Dan kalaupun ada, para pekerja mengabaikan SOP tersebut sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Jika aktivitas kerja melibatkan energi berbahaya tanpa ada prosedur LOTO (Lockout/Tagout), ini juga dapat mengancam keselamatan pekerja. Begitu pula dengan berbagai prosedur lainnya yang tidak aman atau tidak efisien.

Penyebab Kecelakaan Kerja Faktor Manajemen K3

Di atas sudah disinggung sebelumnya, bahwa lemahnya manajemen K3 bisa menjadi akar penyebab kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Padahal K3 ini sangat penting karena dapat melindungi pekerja dari potensi bahaya yang ada.

Jadi kurangnya komitmen manajemen terhadap K3 akan sangat berpengaruh. Apalagi anggaran K3 tidak memadai, membuat budaya K3 di perusahaan juga tidak kuat dan pengawasannya pun minim. Alhasil perusahaan gagal dalam mengimplementasikan SMK3.

Teori dan Model dalam Menganalisis Penyebab Kecelakaan Kerja

Penyebab Dasar dan Penyebab Langsung Kecelakaan Kerja

Untuk menganalisis penyebab kecelakaan kerja, maka Anda perlu memahami penyebab dasar dan penyebab langsungnya. Penyebab dasar (root causes) merupakan akar masalah terjadinya sebuah kecelakaan, ini bisa faktor pribadi atau pekerjaan itu sendiri hingga kurangnya kontrol manajemen. Contohnya seorang pekerja kurang pelatihan sehingga mengalami kecelakaan.

Sementara penyebab langsung (immediate causes) mengacu pada kondisi atau tindakan tidak aman yang secara langsung menyebabkan kecelakaan. Contohnya di sini seorang pekerja mengabaikan SOP yang ada sehingga menyebabkan kecelakaan.

Teori Domino Kecelakaan Kerja Heinrich

Dalam model klasik analisis penyebab kecelakaan kerja, ada teori domino dari seorang ahli bernama Herbert William Heinrich. Teori domino kecelakaan kerja Heinrich menyebutkan bahwa kecelakaan kerja terjadi seperti domino, akibat dari serangkaian kejadian yang saling terkait.

Ada lima tahap dalam teori domino tersebut, yaitu Social Environment and Ancestry, Fault of the Person, Unsafe Condition or Unsafe Act, Accident, lalu yang terakhir Injury. Contoh tahapannya, seorang pekerja konstruksi tidak menggunakan body harness maupun APD lainnya sehingga jatuh dari ketinggian.

Domino 1 yaitu kondisi kerja pekerja konstruksi yang bekerja di ketinggian tanpa pengawasan. Domino 2 adalah kesalahan pekerja yang tidak memakai body harness, sehingga menyebabkan domino 3 yaitu kondisi tidak aman tanpa APD. Alhasil itu memicu domino 4 kecelakaan dan domino 5 cedera pada pekerja.

Model Gunung Es Kecelakaan Kerja

Selanjutnya ada model gunung es kecelakaan kerja. Konsep ini menggambarkan mengenai kerugian yang bisa dirasakan apabila terjadi sebuah kecelakaan kerja. Sama seperti gunung es yang puncaknya terlihat kecil di atas namun sebagian besar tersembunyi di bawah, begitu pula kerugian yang harus dibayar dari kecelakaan kerja.

Selain biaya langsung seperti biaya medis untuk pekerja yang menjadi korban, ada kerugian biaya tidak langsung. Itu meliputi hilangnya produktivitas, penundaan produksi, dampak psikologis, peningkatan premi asuransi, biaya investigasi dan pelaporan, kerusakan reputasi, dan masih banyak lagi.

Analisis Akar Masalah Kecelakaan Kerja

Tidak hanya gejala, penting untuk menemukan akar penyebab kecelakaan kerja sebagai metode investigasi. Adapun caranya yaitu menggunakan RCA (Root Cause Analysis), dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan.

Setelah memahami faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan, selanjutnya dilanjutkan dengan mengambil tindakan pencegahan yang efektif. Dengan begitu kecelakaan serupa tidak akan terjadi lagi.

Penyebab Kecelakaan Kerja Berdasarkan Jenis Industri dan Insiden Spesifik

  • Di Konstruksi: Penyebab kecelakaan kerja di bidang konstruksi mulai dari jatuh dari ketinggian, tertimpa material konstruksi, dan tersengat listrik.
  • Di Pabrik Manufaktur: Pekerjaan melibatkan banyak mesin dan berbagai bahan kimia seperti ini, bisa terjadi kecelakaan kerja karena terjepit mesin, terpapar bahan kimia, bahkan kebakaran.
  • Di Pertambangan: Keruntuhan tambang, gas beracun yang keluar, kecelakaan akibat alat berat, sampai ledakan.
  • Di Bidang Kelistrikan: Pekerja yang ada di bidang kelistrikan dapat mengalami kecelakaan kerja karena sengatan listrik, baik karena korsleting maupun kebakaran listrik.
  • Di Laboratorium: Penyebab kecelakaan kerja di laboratorium meliputi paparan bahan kimia, ledakan kecil, hingga luka sayat.
  • Pekerjaan di Ketinggian: Ada banyak jenis pekerjaan di ketinggian dengan berbagai faktor penyebab kecelakaan. Mulai dari permukaan kerja yang tidak aman, tangga tidak stabil, serta kurangnya fall protection yang tersedia.

Baca Juga: Solusi Area Kerja Aman, Produktivitas Terjamin

Strategi Efektif Pencegahan Kecelakaan Kerja

1. Pencegahan Kecelakaan Kerja Akibat Human Error

Untuk mencegah kecelakaan kerja yang diakibatkan kelalaian manusia atau human error, maka perusahaan bisa memberikan edukasi dan pelatihan berkelanjutan pada semua pekerja. Supervisi efektif dibutuhkan dengan desain kerja yang ergonomis di lingkungan kerja. Tentunya semua pekerja juga harus diberi peningkatan kesadaran terkait K3.

2. Peran APD (Alat Pelindung Diri) dalam Mencegah Kecelakaan Kerja

Guna mendukung K3, maka perusahaan perlu menyiapkan APD. Peran APD tersebut sangat vital dalam mencegah kecelakaan kerja. Tapi pastikan bahwa alat yang digunakan sudah benar dan sesuai dengan standar.

3. Pelatihan K3 untuk Mencegah Kecelakaan Kerja

Dalam rangka meningkatkan kesadaran K3 di perusahaan, maka dibutuhkan pelatihan K3. Pelatihan yang relevan seperti kesadaran akan bahaya, penggunaan alat-alat keselamatan, dan P3K bisa dilakukan secara rutin untuk mencegah kecelakaan kerja.

4. Audit K3 untuk Identifikasi Penyebab Kecelakaan

Selain pelatihan rutin, audit K3 rutin juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan. Audit ini pun dapat mengungkap kelemahan sistem K3 yang diterapkan di perusahaan.

5. Implementasi SMK3 yang Kuat

Implementasi sistem manajemen K3 yang kuat dapat menjadi salah satu strategi efektif pencegahan kecelakaan kerja. Sistematisasi tersebut akan memastikan perlindungan yang efektif bagi pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta aman untuk semua.

Mengurangi Risiko, Menciptakan Lingkungan Kerja Aman

Memahami berbagai penyebab kecelakaan kerja adalah langkah pertama dan terpenting dalam membangun lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kecelakaan bukanlah nasib, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara faktor manusia, lingkungan, peralatan, prosedur, dan manajemen.

Dengan menganalisis akar masalah, menerapkan strategi pencegahan yang tepat, dan membudayakan kesadaran K3 secara terus-menerus, kita dapat secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan dan melindungi aset terpenting: sumber daya manusia. Prioritaskan keselamatan, karena setiap nyawa berharga.

Jaminan Keselamatan Anda Dimulai di Sini!

Sudahkah Anda melengkapi kebutuhan perlindungan di tempat kerja? Kawan Lama Solution adalah mitra terpercaya Anda dalam menyediakan Safety & Protection terlengkap dan berkualitas tinggi. Cegah penyebab kecelakaan kerja dengan perlengkapan yang sesuai!

Temukan beragam pilihan APAR untuk pencegahan kebakaran, Body Harness untuk pekerjaan di ketinggian, APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, Masker, Kacamata Safety, Helm Safety, dan masih banyak lagi. Kunjungi kawanlama.com sekarang untuk memastikan keselamatan optimal bagi Anda dan tim Anda. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati!

Circle image

PT. Kawan Lama Solusi

PT. Kawan Lama Solusi adalah perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan jangkauan terluas untuk peralatan dan mesin industri. Telah berdiri lebih dari setengah abad dan beroperasi lebih dari 19 cabang di seluruh Indonesia, PT. Kawan Lama Solusi berkomitmen menyediakan solusi industri terbaik oleh tim sales engineer yang berpengalaman untuk memenuhi kebutuhan industri.