7 Cara Mengolah Sampah Organik dan Anorganik

cara mengolah sampah organik dan anorganik

7 Cara Mengolah Sampah Organik dan Anorganik


Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara mengolah sampah organik dan anorganik yang benar? Mengetahui bagaimana cara mengelola keduanya merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan. 

Dalam artikel ini, Anda akan diajak membahas secara mendalam mengenai langkah-langkah praktis dalam mengolah sampah organik dan anorganik sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan. Melakukan hal ini juga akan membuat Anda dapat berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan. Mari mulai dengan memahami perbedaan mendasar antara kedua jenis sampah berikut ini!

Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

Mari eksplorasi perbedaan-perbedaan mendasar antara sampah organik dan anorganik yang akan membantu Anda memahami cara mengolah keduanya dengan benar.

1. Berdasarkan Asalnya

Sampah organik berasal dari bahan-bahan alami yang semula hidup, seperti sisa makanan, daun, dan tumbuhan. Di sisi lain, sampah anorganik berasal dari bahan-bahan yang umumnya diproduksi oleh manusia, seperti plastik, logam, dan kertas laminasi.

2. Menurut Jenisnya

Sampah organik terdiri dari bahan yang memiliki sifat-sifat organik, seperti karbon, hidrogen, dan oksigen. Sampah anorganik terdiri dari bahan yang tidak mengandung unsur-unsur organik dan cenderung bersifat non-biodegradable.

3. Reaksi yang Dihasilkan

Sampah organik cenderung menghasilkan reaksi kimia yang berbeda jika dibandingkan dengan sampah anorganik. Sampah organik dapat menghasilkan gas-gas seperti metana selama proses dekomposisinya, sementara sampah anorganik cenderung tidak menghasilkan gas-gas berbahaya.

Baca Juga: 6 Fungsi High Pressure Cleaner dan Cara Menggunakannya

4. Kemudahan Dekomposisi

Sampah organik secara alami lebih mudah terurai oleh mikroorganisme dan proses alami, seperti pengomposan. Sampah anorganik, terutama plastik, memiliki kemampuan dekomposisi yang sangat rendah sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai.

5. Ketahanan akan Panas

Sampah organik umumnya lebih tahan terhadap panas daripada sampah anorganik. Beberapa sampah anorganik, seperti plastik, biasanya akan langsung meleleh saat terpapar suhu yang tinggi.

6. Berdasarkan Senyawa Penyusunnya

Sampah organik mengandung senyawa-senyawa organik kompleks, seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Sampah anorganik terutama terdiri dari senyawa anorganik, seperti polimer plastik dan logam.

7. Berdasarkan Cara Pengolahannya

Dalam pengelolaan sampah, sampah organik sering kali diolah melalui pengomposan, sedangkan sampah anorganik mengikuti proses daur ulang yang sesuai dengan jenisnya. Perlakuan yang berbeda ini diperlukan untuk memaksimalkan manfaat lingkungan dan mencegah pencemaran.

Baca Juga: 7 Fungsi Pengharum Ruangan Untuk Produktivitas Anda

Cara Mengolah Sampah Organik dan Anorganik

Sekarang setelah memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik, mari bahas langkah-langkah konkret dalam mengolah keduanya dengan benar.

1. Pemisahan di Sumber

Langkah pertama dalam mengelola sampah ialah dengan melakukan pemisahan di sumber. Maksudnya ketika Anda membuang sampah, pastikan untuk memisahkan sampah organik dari anorganik. Gunakan tempat sampah terpisah atau wadah yang berbeda untuk masing-masing jenis sampah ini. Melakukan pemisahan dari awal akan membantu Anda untuk proses pengelolaan selanjutnya.

2. Pengomposan Sampah Organik

Sampah organik dapat diolah melalui pengomposan. Anda bisa menggunakan komposter untuk mengurai sisa-sisa makanan, daun, dan bahan organik lainnya menjadi kompos yang berguna untuk tanaman. Pastikan komposter Anda ditempatkan di area yang cukup panas dan lembap untuk mempercepat proses dekomposisi.

3. Daur Ulang Sampah Anorganik

Sampah anorganik yang dapat didaur ulang, seperti kertas, karton, atau logam, harus dipisahkan dan dikumpulkan untuk proses daur ulang. Pastikan Anda mengikuti panduan daur ulang yang berlaku di daerah untuk menjaga lingkungan bersama. Memilah sampah anorganik ini akan membantu mengurangi kebutuhan akan sumber daya alam baru.

4. Pemusnahan Sampah Berbahaya

Sampah anorganik berbahaya seperti baterai, elektronik bekas, atau produk kimia, harus diurus dengan hati-hati sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jangan membuang sampah berbahaya ke tempat sampah biasa karena hal ini dapat membahayakan lingkungan tempat tinggal juga kesehatan Anda.

5. Pemilahan yang Tepat

Pastikan Anda memiliki tempat sampah yang sesuai dan jelas terlabel untuk pemilahan sampah organik dan anorganik. Hal ini akan membantu Anda dan anggota keluarga atau rekan kerja untuk membuang sampah dengan benar.

Baca Juga: 7 Manfaat Mencuci Tangan dengan Sabun yang Jarang Diketahui

6. Edukasi Lingkungan

Selain langkah-langkah di atas, edukasi tentang cara mengolah sampah organik dan anorganik dengan benar merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan. Bagikan pengetahuan Anda kepada orang-orang di sekitar agar makin banyak orang yang dapat berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.

7. Kebiasaan Berkelanjutan

Terakhir, jadikan pengelolaan sampah organik dan anorganik sebagai kebiasaan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui konsistensi dalam tindakan-tindakan positif ini, Anda dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan, mencegah pencemaran, dan mendukung keberlanjutan planet bumi.

Dalam memastikan keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sampah dengan benar bisa jadi langkah awal yang signifikan. Mengerti perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta cara mengolah keduanya dengan benar, dapat memberikan dampak positif pada lingkungan dan kesehatan. 

Oleh karena itu penting untuk menjadikannya kebiasaan memisahkan sampah, mengompos sisa-sisa organik, mendaur ulang material anorganik, dan mengelola sampah berbahaya dengan hati-hati.

Jika Anda membutuhkan tempat sampah untuk mempermudah proses pengelolaan sampah di rumah atau tempat kerja, coba kunjungi Kawan Lama Sejahtera. Di sana, Anda akan menemukan berbagai pilihan tempat sampah yang fungsional dan ramah lingkungan. 

Anda juga bisa menemukan tempat sampah berlabel untuk memudahkan pemisahan tempat sampah dengan mudah. Tunggu apa lagi? Jadikan lingkungan tempat Anda tinggal bersih dengan membeli tempat sampah sekarang hanya di Kawan Lama Sejahtera

Semoga informasi mengenai cara mengolah sampah organik dan anorganik yang sudah dijelaskan di atas membantu Anda menjaga lingkungan lebih lagi! 

Sumber: 

Circle image

PT. Kawan Lama Sejahtera

PT. Kawan Lama Sejahtera adalah perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan jangkauan terluas untuk peralatan dan mesin industri. Telah berdiri lebih dari setengah abad dan beroperasi lebih dari 19 cabang di seluruh Indonesia, PT. Kawan Lama Sejahtera berkomitmen menyediakan solusi industri terbaik oleh tim sales engineer yang berpengalaman untuk memenuhi kebutuhan industri.