3 Perbedaan Trafo CT dan Non-CT beserta Fungsinya

Perbedaan Trafo CT dan Non-CT

3 Perbedaan Trafo CT dan Non-CT untuk Keperluan Listrik Anda


Trafo adalah perangkat penting dalam sistem distribusi listrik yang berfungsi untuk mengubah tegangan listrik. Trafo dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu trafo CT (Current Transformer) dan trafo non-CT. Kedua jenis trafo ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam hal desain, aplikasi, dan fungsi.

Melalui artikel ini, Kawan Lama Solution akan membahas perbedaan trafo CT dan non-CT untuk membantu Anda memahami pilihan terbaik untuk kebutuhan listrik Anda. Pelajari selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Trafo CT?

Trafo CT, atau Current Transformer, adalah perangkat elektromagnetik yang dirancang khusus untuk mengukur arus listrik tinggi dengan amplitudo yang lebih tinggi. Trafo CT bekerja dengan prinsip transformasi arus, di mana arus masuk ke trafo CT diubah menjadi arus yang lebih kecil, tetapi tetap proporsional. Trafo CT memiliki jumlah lilitan pada kumparan primer yang lebih sedikit daripada lilitan pada kumparan sekunder, sehingga menghasilkan arus keluaran yang lebih kecil.

Apa Itu Trafo Non-CT?

Trafo non-CT, atau Non-Current Transformer, adalah jenis trafo yang tidak memiliki fungsi untuk mengubah arus listrik. Trafo ini biasanya digunakan untuk mengubah tegangan listrik dari satu level ke level yang lain tanpa mengubah frekuensi listrik. Trafo non-CT umumnya memiliki kumparan primer dan kumparan sekunder yang berbeda, dengan perbandingan jumlah lilitan yang menentukan perubahan tegangan yang dihasilkan.

Baca juga: 5 Arti Warna Kabel Listrik Beserta Fungsi Utamanya

3 Perbedaan Trafo CT dan Non-CT

Setelah memahami pengertian dari trafo CT dan non-CT, penting untuk mengetahui perbedaan utama antara keduanya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan trafo CT dan non-CT yang perlu Anda ketahui.

1. Desain

Trafo CT didesain khusus untuk mengubah arus tinggi menjadi arus yang lebih kecil, sementara trafo non-CT didesain untuk mengubah tegangan listrik tanpa mengubah arus. Desain trafo CT biasanya memiliki jumlah lilitan kumparan yang lebih sedikit pada sisi sekunder dibandingkan sisi primer, sedangkan trafo non-CT memiliki jumlah lilitan yang dapat bervariasi tergantung pada perubahan tegangan yang diperlukan.

2. Aplikasi

Trafo CT biasanya digunakan dalam sistem proteksi dan pengukuran listrik. Misalnya, trafo CT digunakan dalam sistem proteksi arus lebih (overcurrent protection) untuk mendeteksi arus lebih yang berlebihan dan memutus sirkuit secara otomatis. Di sisi lain, trafo non-CT lebih umum digunakan dalam sistem distribusi listrik untuk mengubah tegangan dari level yang satu ke level yang lain.

3. Pengukuran Arus

Salah satu fungsi utama dari trafo CT adalah untuk mengukur arus yang melewatinya tanpa harus memutus sirkuit. Hal ini memungkinkan pengukuran arus listrik yang aman dan akurat. Sementara itu, trafo non-CT tidak memiliki fungsi pengukuran arus dan hanya bertugas untuk mengubah tegangan listrik.

Baca juga: 9 Cara Memasang Instalasi Listrik yang Aman

Fungsi Trafo

Trafo merupakan alat yang sangat penting untuk mengubah bentuk energi listrik menjadi suatu bentuk energi listrik yang lainnya. Berikut ini adalah beberapa fungsi lainnya dari trafo yang perlu Anda ketahui.

1. Mengubah Tegangan

Fungsi utama dari trafo adalah mengubah tegangan listrik dari satu level ke level yang lain sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, trafo CT digunakan untuk mengubah tegangan tinggi dari jaringan distribusi listrik menjadi tegangan yang lebih rendah, yang aman untuk pengukuran dan proteksi peralatan listrik. Sementara itu, trafo non-CT digunakan dalam distribusi listrik rumah tangga untuk mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan yang lebih rendah yang sesuai dengan kebutuhan perangkat elektronik dan peralatan rumah tangga.

2. Mengurangi Arus

Trafo CT juga memiliki fungsi untuk mengurangi arus listrik yang masuk ke peralatan pengukur atau proteksi. Ini dilakukan dengan mentransformasikan arus tinggi yang melewatinya menjadi arus yang lebih rendah, sesuai dengan rasio jumlah lilitan pada kumparan primer dan sekunder trafo. Pengurangan arus ini penting untuk melindungi peralatan elektronik yang sensitif dari arus yang terlalu tinggi dan dapat merusaknya.

3. Isolasi

Salah satu fungsi krusial dari trafo adalah sebagai isolator listrik antara sumber listrik dan beban listrik. Dengan menggunakan trafo, tegangan listrik dapat diubah tanpa adanya hubungan langsung antara sumber dan beban, sehingga mengurangi risiko kejutan listrik dan kerusakan peralatan. Isolasi ini juga memungkinkan untuk memisahkan sistem listrik yang berbeda potensial, seperti sistem listrik di rumah tangga dengan sistem distribusi listrik publik.

4. Distribusi Daya

Trafo digunakan dalam sistem distribusi daya untuk mengubah tegangan listrik dari gardu distribusi menjadi tegangan yang lebih rendah, yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Misalnya, trafo pada tiang listrik di jalan mentransformasikan tegangan tinggi dari jaringan distribusi listrik menjadi tegangan yang lebih rendah yang dapat digunakan oleh rumah-rumah dan bisnis di sekitarnya.

5. Stabilisasi Tegangan

Trafo dapat digunakan untuk menjaga agar tegangan listrik yang masuk ke beban tetap dalam batas yang aman dan stabil. Hal ini dilakukan dengan mengatur rasio jumlah lilitan pada kumparan primer dan sekunder trafo sehingga tegangan keluaran tetap konstan meskipun ada fluktuasi tegangan masukan.

6. Kontrol Arus

Dalam beberapa aplikasi, trafo dapat digunakan untuk mengontrol arus listrik yang masuk ke suatu sistem. Misalnya, trafo yang dilengkapi dengan pengatur arus dapat digunakan dalam sistem pengaturan kecepatan motor listrik, di mana arus yang masuk ke motor dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga: 5 Tanda-Tanda Korsleting Listrik dan Cara Mengatasinya

7. Pengisolasian Galvanis

Trafo juga digunakan untuk mengisolasi dua bagian sistem listrik yang memiliki potensial yang berbeda, sehingga mengurangi risiko hubung singkat dan kerusakan peralatan. Ini sangat penting dalam aplikasi di mana ada potensi untuk terjadinya tegangan lonjakan atau gangguan listrik.

8. Transformasi Impedansi

Trafo dapat digunakan untuk mentransformasikan impedansi sumber listrik ke impedansi beban, sehingga meningkatkan efisiensi transfer daya. Hal ini terutama penting dalam sistem distribusi daya yang memiliki impedansi yang berbeda antara sumber dan beban, di mana trafo dapat mengompensasi perbedaan impedansi tersebut untuk meningkatkan efisiensi energi.

Dalam memilih trafo untuk keperluan listrik Anda, penting untuk mempertimbangkan jenis trafo yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi Anda. Trafo CT cocok digunakan untuk aplikasi proteksi dan pengukuran, sementara trafo non-CT lebih sesuai untuk mengubah tegangan dalam sistem distribusi listrik.

Apabila Anda memerlukan peralatan listrik, Kawan Lama Solution adalah pilihan terbaik. Kami menyediakan berbagai produk kelistrikan, termasuk generator listrik, yang tepat untuk kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk mengunjungi Kawan Lama Solution untuk melihat katalog lengkap tentang generator listrik dan produk listrik lainnya.

Circle image

PT. Kawan Lama Sejahtera

PT. Kawan Lama Sejahtera adalah perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan jangkauan terluas untuk peralatan dan mesin industri. Telah berdiri lebih dari setengah abad dan beroperasi lebih dari 19 cabang di seluruh Indonesia, PT. Kawan Lama Sejahtera berkomitmen menyediakan solusi industri terbaik oleh tim sales engineer yang berpengalaman untuk memenuhi kebutuhan industri.