8 Tips Memulai Bisnis Bengkel agar Cuan dan Strategi Lengkapnya

8 Tips Memulai Bisnis Bengkel agar Cuan dan Strategi Lengkapnya

8 Tips Memulai Bisnis Bengkel agar Cuan dan Strategi Lengkapnya


Di era new normal seperti saat ini, kondisi umum yang mengedepankan perlunya kendaraan yang “sehat” untuk mendukung mobilitas masyarakat membuat edukasi para pegiat otomotif menjadi penting. Otomotif, sebagai salah satu industri strategis, membuat peluang usaha bengkel di Indonesia tumbuh cukup baik dan sangat besar.

Ini terpantau juga dari data penjualan industri otomotif yang terus meningkat. Bangkitnya industri otomotif di Tanah Air diharapkan mampu memberikan angin segar terhadap perekonomian nasional. Maka, untuk membangun bisnis otomotif, seperti bengkel mobil, juga perlu tips sukses dan strategi agar bisa sukses meraup cuan.

Pengalaman para founder bisnis bengkel, seperti Peter Nawilis yang berhasil membesarkan nama Bengkel Nawilis selama lebih dari 50 tahun dan juga cerita dari Lung Lung founder Dokter Mobil yang sukses melebarkan sayap bisnis franchise Dokter Mobil hingga tersebar di berbagai kota, dapat menjadi referensi dan motivasi untuk memulai bisnis bengkel. Dengan spesialisasi bisnis yang berbeda, keduanya berbagi pengalaman serta tips sukses dalam menjalani bisnis bengkel lewat webinar yang bertema “BUKA-BUKAAN PELUANG BISNIS BENGKEL DI INDONESIA” yang digelar pada hari Selasa (16/11) lalu digelar secara daring.


Bagaimana Tips Memulai Usaha Bengkel Motor atau Mobil?


Berikut tips sukses dan strategi yang harus diperhatikan sebelum membuka usaha bengkel motor, agar dapat meraup banyak cuan yang dirangkum dari pengalaman para founder dan management bisnis bengkel:


1. Passion

Modal utama yang harus dimiliki adalah passion, hobi, dan kesukaan pada dunia otomotif sebab itu yang membuat kita bersemangat setiap hari untuk menangani bisnis. Harus mau turun tangan sendiri bertemu dengan customer dan mengetahui keluhan yang mereka hadapi.


“Ketika bisnis berjalan, artinya Anda menjalankan passion,” tambah Lung Lung, Founder Dokter Mobil.


2. Goals & Belajar

Membuka usaha itu harus punya tujuan yang ingin dicapai. Membangun bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Peter Nawilis mengakui bahwa ketika bisnisnya sempat anjlok, saat itu dia merasa sudah tidak mampu menangani bengkel lagi. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang mentor.

“Saya tidak tahu kalau bisnis itu ada coach-nya. Akhirnya saya mencoba coaching dan itu membuka mata saya untuk melihat bahwa banyak hal yang tidak saya ketahui. Dan saya banyak belajar dari situ untuk melihat jauh ke depan,” cerita Peter Nawilis.


Baca Juga: Cara Mudah Menjaga Mesin Las Agar Kondisi Tetap Prima


3. Positioning

Bagi yang ingin memulai bisnis bengkel, melakukan riset market menjadi kunci utama dalam berbisnis. Kita harus memahami, segmen mana yang mau disasar. Dari situ kita mengetahui target pasar serta positioning bengkel kita mau seperti apa.


“Dengan begitu nantinya kita dapat dengan mudah mengetahui Unique Selling Preposition (USP) kita dibandingkan dengan kompetitior. Kita harus punya keunikan yang menonjol dari kompetitor,” ujar Riyanto, Head of After Sales Business Process Improvement Auto 2000.


Untuk yang sudah memiliki bisnis bengkel, kita bisa melakukan scanning kekurangan bisnis kita dari 4 faktor seperti brand management, operation management, service marketing, dan financial management. Kemudian kita belajar dan mencari referensi.

“Lalu untuk pengelolaan secara profesional, kita harus tahu kurangnya dimana. Kita bisa belajar dan mencari referensi dengan mengikuti coaching atau pelatihan-pelatihan,” tambah Riyanto.


4. Survei Lokasi

Setelah tiga hal di atas, dari segi persiapan poin ini menjadi hal yang harus diperhatikan sebelum membuka bengkel kendaraan bermotor. Mapping lokasi yang strategis juga sangat penting terutama yang baru buka cabang.

“Untuk mendirikan bengkel baru atau cabang harus benar-benar dari survei lokasi, melakukan perhitungan dan lainnya yang menjadi tolok ukur kita menyusun investasi tersebut, sehingga Capital Expenditure atau Pembelanjaan Modal yang akan dikeluarkan bisa seminim mungkin tanpa mengurangi kualitas dari peralatan,” jelas Bambang Setyono, General Manager Nawilis Group.

“Bahkan dari kondisi badan jalan, dan hal-hal yang berhubungan lokasi tersebut seperti posisi di perempatan atau pertigaan juga harus diperhitungkan. Per menitnya berapa mobil yang lalu lalang atau misalnya satu arah dan dua arah, itu juga harus dihitung,” tambahnya.


5. Sumber Daya Manusia yang Andal

Ini yang tidak kalah penting, montir andal untuk bengkel. Paling tidak, kita memiliki satu montir andal dan dapat dipercaya. Selebihnya, kita bisa meng-hire pegawai lain untuk membantu montir yang diawasi oleh mekanik profesional. Bahkan untuk semakin meningkatkan skill para mekanik agar terus naik kelas, kita juga dapat memberikan training rutin atau pelatihan kepada mereka.

“Maka dari itu pentingnya training untuk para man power dengan SOP yang tepat, karena kalau tidak maka kualitas service-nya akan menurun dan akan di-komplain oleh customer. Bisnis itu kuncinya pada man power, karena yang bisa maintenance SDM dengan baik, itulah yang jadi pemenang,” ujar Lung Lung.


Baca Juga: Mengenal Teknik Bubut, Fungsi Dan Contohnya


6. Memilih Distributor Peralatan yang Tepercaya

Hal lain yang tentu sangat fundamental ialah soal kesiapan peralatan. Memilih peralatan adalah langkah kita dalam berinviestasi, maka pilihlah distributor yang menjual peralatan kualitas yang bagus dan harga kompetitif.


“Yang penting kita beli alat dari distributor yang bener-bener hebat dan dapat dipercaya ,” tegas Peter Nawilis.


Ia pun menambahkan, bahwa distirbutor yang terpercaya, biasanya sudah memiliki standar kualitas yang baik. Selain itu juga bisa dipertanggungjawabkan produk-produknya, jadi ketika ada kendala, bisa dengan mudah untuk berkonsultasi dengan sales terkait, bahkan dari sisi after sales-nya pun akan lebih mudah. Dengan demikian pemilik bengkel pun dapat memberikan layanan terbaik untuk customer.


7. Selalu Update

Tren dunia otomotif tentunya akan selalu update. Sebagai pebisnis bengkel tentunya kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus banyak belajar dan update terhadap tren yang sedang terjadi saat ini serta melihat apa yang terjadi nanti ke depannya. Kita harus banyak belajar dari teknologi bengkel di luar negeri, dan melihat kelebihannya.

“Saya melihat dunia otomotif itu waktu tahun 1986, diajak kawan saya melihat acara Automechanika Frankfurt setiap 2 tahun sekali di Jerman. Saya selalu mengikuti setiap hal baru dan kita pakai itu di bengkel, dan itu membuat kita bisa melihat ke depan lebih jauh daripada bengkel lainnya,” cerita Peter Nawilis.


8. Social Media sebagai Senjata Marketing

Ini dia langkah akhir, yakni menyiapkan strategi untuk melakukan aktivitas marketing atau pemasaran. Hal ini dilakukan agar bengkel dikenal oleh para calon konsumen. Di era digital seperti sekarang ini, tentunya memanfaatkan social media menjadi senjata yang ampuh untuk publikasi, karena dapat di-blast secara luas ke seluruh penjuru.

Anda bisa mulai dengan memberikan promo hingga tips kepada para calon pelanggan. Seperti pengalaman Lung Lung dari Dokter Mobil yang berhasil melebarkan sayapnya dengan memanfaatkan Social Media mulai dari Instagram, Facebook hingga YouTube Channel Dokter Mobil – Tune Up & AC Services yang banyak memberikan informasi serta tips seputar dunia otomotif kepada audiensnya.

“Dan paling penting kita menitikberatkan di social media marketing. Dimana kita menarik traffic 100 persen dari online dan dari traffic itu kita mendapat booking untuk 3-6 bulan ke depan dari booking yang ada via online,” cerita Lung Lung.


9. Mempersiapkan Modal Usaha

Selain kedelapan tips diatas, tips lain yang perlu diperhatikan adalah modal usaha. Modal awal dalam membuka bisnis bengkel sepeda motor atau mobil adalah untuk mencakup biaya untuk konstruksi gedung, biaya operasional, pembelian suku cadang (spare part), dan pembelian peralatan Anda juga dapat mempertimbangkan opsi antara menyewa lokasi bengkel atau membangun bengkel baru. Besaran biaya yang diperlukan akan tergantung pada skala dan ukuran bangunan yang dipilih.


Baca Juga: Ketahui Prinsip Kerja Mesin Bubut beserta Komponen Penyusunnya


10. Mengutamakan Pelayanan

Mengedepankan keramahan dan kenyamanan menjadi salah satu strategi kunci keberhasilan dalam bisnis bengkel. Dengan memberikan pelayanan yang unggul, pelanggan akan merasa puas dengan penggunaan jasa Anda, terutama saat mereka menunggu motor mereka selesai diservis.

Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan kerapihan di dalam bengkel. Kemudian, hal yang tak kalah penting dalam pelayanan adalah menerima dengan baik semua kritik dan saran yang diberikan oleh pelanggan.

Nah, dari pemaparan di atas, rasanya cukup menjelaskan tentang peluang bisnis bengkel dan bagaimana tips dan strateginya dalam meraup cuan. Tertarik untuk mengetahui lebih dalam dan mau langsung berkonsultasi dengan para narasumber ahli?


Tunggu update selanjutnya, karena Kawan Lama akan menggelar workshop otomotif dari Peter Nawilis Learning Center. Di sini akan dipaparkan bagaimana pengelolaan bengkel, startegi marketing komunikasi, dan berhubungan dengan negosiator serta hypnoselling-nya.

Selain itu dari Domo Academy juga akan memberikan workshop terkait management bisnis bagi para pemilik bisnis bengkel.

Circle image

PT. Kawan Lama Sejahtera

PT. Kawan Lama Sejahtera adalah perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan jangkauan terluas untuk peralatan dan mesin industri. Telah berdiri lebih dari setengah abad dan beroperasi lebih dari 19 cabang di seluruh Indonesia, PT. Kawan Lama Sejahtera berkomitmen menyediakan solusi industri terbaik oleh tim sales engineer yang berpengalaman untuk memenuhi kebutuhan industri.