The New Manual Gun

Prima SprintPrimaSprint
– unbeatably fast!

PrimaSprint, WAGNER’s new manual powder system, combines attractive design and superior functionality.

Desoutter AirTool Killer

DesoutterA Compact handheld nutrunners for tightening bolt process
• Better Quality
• Reduce Cycletime
• No Maintenance

BK6000
Visual Inspection Device / Digital Borescope

Snapon BK 6000- Pemeriksaan ruang bakar, Kepala Piston dan Silinder engine (Automotive)
- Pemeriksaan keausan gigi transmisi manual dan gardan (Automotive)
- Mengetahui kondisi panel atau part yang tak terjangkau (General)
- Mengambil logam kecil/part yang terjatuh di area sulit (General)





BEST ANGLE GRINDERS

Angle GrinderMetabo angle grinders have always been among the best. They are extremely powerful and comfortable to hold due to their ergonomic design.
Krisbow

Krisbow Spray Boot Double BlowerKW19-532
Spraybooth Double Blower
Rp. 152.350.000,-
Rp. 118.500.000,-
(Hanya di Kawan Lama Batam)

Scroll Saw Variable Speed

Scroll Saw Variable SpeedKW22-57 SCROLL SAW VARIABLE SPEED 16"
Dapat memotong & membelah, khususnya objek lengkung, kurva, dan gambar.

Logo Krisbow

Generator KrisbowSaatnya miliki Generator Set 5kVA
Rp. 16.637.000,-
Rp. 12.990.000,-
* Include PPn
Gratis Stabilizer Krisbow 500VA

technotest

StargasStargas 898 SX-4
Global Diagnostic System
Rp. 47.100.000,-
Rp. 38.750.000,-
Harga berlaku selama stock tersedia

Launch Lifting Equipment

launch Lifting EquipmentTLT235SBA (E)
2-post Lift Hydraulic 3.5T with Extension Base

Rp. 28.500.000,-

Solusi Tepat Peralatan Bengkel Mobil

Launch Master ScannerPROMO
Launch
Alat Diagnosa & Riset mobil EFI
(Hanya di Kawan Lama Banjarmasin)

Solusi Terpadu Peralatan Bengkel Mobil

StargasAlat Uji Emisi Bensin
SX-4
Stargas 898 4 Gas Analyzer
(Hanya di Kawan Lama Palembang)

The Future of Cleaning Technology

Nilfisk Carpet ExtractorSmart Solutions™
Dual mode cleaning for renovation or maintenance cleaning

technotest

MultigasMultigas 488 SX-107
Rp. 42.900.000,-
Rp. 35.250.000,-
Harga berlaku selama stock tersedia

Solusi Tepat Peralatan Bengkel Mobil

Launch Post LiftLaunch
LC-92
TLT 440W 4-Post Lift 4 Ton Hyd f/Alignment
(Hanya di Kawan Lama Bali)

technotest

SmokemeterSmokemeter SX-9+10+11
Rp. 39.126.000,-
Rp. 28.500.000,-
Harga berlaku selama stock tersedia

TWC-502NIC

Automatic Tyre ChangerAutomatic Tyre Changer
Rp. 17.550.000,-
Rp. 14.000.000,-
Selama Persediaan masih ada

 

KWB-402 Wheel Balancer

Wheel BalancerRp. 14.625.000,-

Rp. 12.000.000,-

Selama Persediaan masih ada

 

TWC-401

Tyre ChangerSemi Automatic Tyre Changer
Rp. 12.090.000,-
Rp. 9.700.000,-
Selama Persediaan masih ada

 

Wheel Alignment 8 Sensor Cable

Wheel AlignmentRp. 86.415.000,-

Rp. 67.000.000,-

Selama Persediaan masih ada

 

Solusi Tepat Peralatan Bengkel Mobil

Launch Master ScannerPROMO
Launch
Alat Diagnosa & Riset mobil EFI
Rp. 36.900.000,-
Rp. 22.500.000,-
(Hanya di Kawan Lama Balikpapan)

Solusi Terpadu Peralatan Bengkel Mobil

TechnotestAlat Uji Emisi Diesel
SX-9 + 10 + 11
Smokemeter
(Hanya di Kawan Lama Bandung)
Home Berita Lanskap Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia Kini dan Masa Mendatang

Cuplikan Pemikiran Faisal Basri dalam Bukunya "Lanskap Ekonomi Indonesia"

Faisal BAsriFaisal BasriDampak krisis finansial global terhadap Indonesia tidaklah sedasyat yang dialami negara-negara lain. Indonesia relatif aman. Namun, ini tidak berarti perekonomian Indonesia kukuh. Ada beberapa penyebab yang membuat ekonomi Indonesia relatif aman. Perekonomian Indonesia dan sektor keuangannya tak terkait erat dengan sektor finansial Amerika Serikat. Harga minyak turun ke level di bawah $50 per barrel dan current account masih surplus walau surplusnya menyusut. Porsi ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang juga sudah menunjukkan penurunan dan bergeser ke emerging markets dan Asia Tenggara. Sektor perbankan sudah cukup terkonsolidasi. Indikator kesehatan perbankan (Return on Assets/ROA, Retur on Equity/ROE, NIM, Capital Adequacy Ratio/CAR) di atas rata-rata negara tetangga, bahkan bisa dikatakan yang terbaik, kecuali loan to deposit ratio/LDR (terutama di kalangan bank BUMN). Di samping itu, ketahanan pangan terjaga dan peranan ekspor di dalam PDB Indonesia relatif kecil. Lalu, fondasi perekonomian Indonesia di tahun 2007-2008 lebih baik ketimbang yang ada pada tahun 1996-1997, termasuk inflasi yang lebih terkendali.

Kita bisa bertahan terhadap krisis dengan beberapa modal berikut. Pertama, perekonomian dan sektor keuangan kita tak terkait erat dengan sektor keuangan di Amerika Serikat, sehingga toxic assets yang disebarkan oleh lembaga-lembaga keuangan Amerika Serikat tak mewabah di Indonesia. Patut disyukuri bahwa sektor keuangan kita belum sempat berkembang liar. Kita masih belum terlambat untuk membangun kedaulatan keuangan dengan bertumpu pada sistem sirkulasi peredaan darah (perputaran dana) internal.

Kedua, perbankan kita, meskipun kikir dalam menyalurkan kredit, sangat sehat. Kasus Bank Indover dan Bank Century tak ada kaitannya dengan kiris finansial saat ini. Nisbah kecukupan modal (capital adequacy ratio) perbankan nasional kita sangat itnggi dan tertinggi di kawasan. Utang bermasalah (non-performing loan) sangat rendah, lebih rendah dari rata-rata negara tetangga dan jauh lebih rendah ketimbang pada masa krisis 10 tahun lalu. Asalkan potensi kredit macet kelompok-kelompok usaha yang sangat dekat dengan kekuasaan yang membebenai bank BUMN bisa dienyahkan, kita tidak akan melihat adanya potensi ledakan kredit macet. Indikator lainnya seperti ROA dan ROE juga relatif tinggi. Persoalan likuiditas ketat sudah pulih, walau persebarannya belum merata.

Ketiga, dibandingkan dengan negara-negara tetangga, sumbangan ekspor terhadap produk domestik bruto di Indonesia paling rendah, yakni sekitar 25 persen. Beberapa tahun terakhir porsi ekspor Indonesia ke negara maju sudah menunjukkan kecederungan menurun. Keempat, pelaku usaha berpotensi mendapatkan energi tambahan dari penurunan harga komoditas. Tarif listrik seharusnya sudah diturunkan secara signifikan mengingat sekitar 70 persen belanja energi primer PT PLN terserap untuk bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah juiga semestinya memberlakukan harga yang wajar untuk gas, elpiji, dan pupuk.

Dalam menghadapi krisis, kita harus menyiapakan langkah yang tepat. Pertama, menempatkan dana pemerintah yang menganggur di bank-bank nasional yang sangat sehat tetapi dengan kondisi likuiditas ketat, mengingat masalah likuiditas ini juga merupakan kesalahan pemerintah dan Bank Indonesia. Kedua, menaikkan defisit APBN hingga mendekati 3 persen dari PDB. Ketiga, Bank Indonesia menyerap secara langsung maupun tak langsung Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah untuk menutupi defisit APBN.


Related Link :
 
Content View Hits : 85