Wagner Heavy Coat HC940
Powerful high-performance pumps - the power pack for large building projects and for applying heavy, filled and high viscosity materials. Able to withstand aggressive and abrasive materials.
Spray Gun HVLP dikembangkan untuk menggantikan gun model lama. Sebuah regulator pengontrol tekanan udara membantu material untuk diatomisasi
Improving On Old Technology
Smart Solutions™
Ekonomi Indonesia Kini dan Masa Mendatang
Cuplikan Pemikiran Faisal Basri dalam Bukunya "Lanskap Ekonomi Indonesia"
Kita bisa bertahan terhadap krisis dengan beberapa modal berikut. Pertama, perekonomian dan sektor keuangan kita tak terkait erat dengan sektor keuangan di Amerika Serikat, sehingga toxic assets yang disebarkan oleh lembaga-lembaga keuangan Amerika Serikat tak mewabah di Indonesia. Patut disyukuri bahwa sektor keuangan kita belum sempat berkembang liar. Kita masih belum terlambat untuk membangun kedaulatan keuangan dengan bertumpu pada sistem sirkulasi peredaan darah (perputaran dana) internal. Kedua, perbankan kita, meskipun kikir dalam menyalurkan kredit, sangat sehat. Kasus Bank Indover dan Bank Century tak ada kaitannya dengan kiris finansial saat ini. Nisbah kecukupan modal (capital adequacy ratio) perbankan nasional kita sangat itnggi dan tertinggi di kawasan. Utang bermasalah (non-performing loan) sangat rendah, lebih rendah dari rata-rata negara tetangga dan jauh lebih rendah ketimbang pada masa krisis 10 tahun lalu. Asalkan potensi kredit macet kelompok-kelompok usaha yang sangat dekat dengan kekuasaan yang membebenai bank BUMN bisa dienyahkan, kita tidak akan melihat adanya potensi ledakan kredit macet. Indikator lainnya seperti ROA dan ROE juga relatif tinggi. Persoalan likuiditas ketat sudah pulih, walau persebarannya belum merata. Ketiga, dibandingkan dengan negara-negara tetangga, sumbangan ekspor terhadap produk domestik bruto di Indonesia paling rendah, yakni sekitar 25 persen. Beberapa tahun terakhir porsi ekspor Indonesia ke negara maju sudah menunjukkan kecederungan menurun. Keempat, pelaku usaha berpotensi mendapatkan energi tambahan dari penurunan harga komoditas. Tarif listrik seharusnya sudah diturunkan secara signifikan mengingat sekitar 70 persen belanja energi primer PT PLN terserap untuk bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah juiga semestinya memberlakukan harga yang wajar untuk gas, elpiji, dan pupuk. Dalam menghadapi krisis, kita harus menyiapakan langkah yang tepat. Pertama, menempatkan dana pemerintah yang menganggur di bank-bank nasional yang sangat sehat tetapi dengan kondisi likuiditas ketat, mengingat masalah likuiditas ini juga merupakan kesalahan pemerintah dan Bank Indonesia. Kedua, menaikkan defisit APBN hingga mendekati 3 persen dari PDB. Ketiga, Bank Indonesia menyerap secara langsung maupun tak langsung Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah untuk menutupi defisit APBN. Related Link : Bookmark |